BREAKING NEWS

BLOG

ARTIKEL PUBLIK

SEO

KULIAH

PEMROGRAMAN WEB

TUTORIAL

GAME PC

Tuesday, 25 July 2017

Konstanta dalam PHP 5

Konstanta dalam PHP 5

Konstanta dalam PHP

Konstanta adalah seperti variabel bedanya begitu mereka didefinisikan, mereka tidak dapat diubah atau tidak didefinisikan.

Konstanta adalah identifier (nama) untuk nilai sederhana. Nilai tidak dapat diubah selama skrip.
Nama konstan yang valid dimulai dengan huruf atau garis bawah (tidak ada tanda $ sebelum nama konstan).

Catatan: Tidak seperti variabel, konstanta secara otomatis global di seluruh skrip.

Syntax Dasar :

define(name, value, case-insensitive)
atau :
const name = value

Parameter:

Name: Menentukan nama konstanta
Value: Menentukan nilai konstanta
Case-insensitive: Menentukan apakah nama konstan harus case-insensitive. Defaultnya False

Contoh Konstanta yang mengandung Case-sensitive :

<?php
define("SALAM", "Selamat pagi");
echo SALAM;
?> 

Output Program:

Selamat pagi

Contoh Konstanta yang tidak mengandung Case-sensitive :

<?php
define("SALAM", "Selamat malam", true);
echo salam;
?> 

Output Program :

Selamat malam

Konstanta Bersifat Global

Konstanta secara otomatis bersifat global dan bisa digunakan di seluruh script.
Contoh di bawah ini menggunakan konstanta di dalam sebuah fungsi, walaupun didefinisikan di luar fungsinya:

<?php
define("salam", "Selamat siang");

function myTest() {
    echo salam;
}
 
myTest();
?> 

Output Program :

Selamat siang

2 Cara penulisan Konstanta dalam PHP

1. Mennggunakan Keyword const

Pendefinisian konstanta menggunakan keyword const hanya dapat digunakan pada top-level scope, yakni harus dalam lingkungan global PHP. Sehingga kita tidak bisa menggunakan const di dalam function, loop, atau kondisi if. Contoh program :

<?php
const kampus = "UNSIKA";
echo kampus;  // output: UNSIKA
const phi = 3.14;
echo phi;  //output : 3.14
?> 

2. Menggunakan Fungsi define()

Jika ingin mendefinisikan konstanta menggunakan fungsi define() maka membutuhkan dua nilai yaitu nama konstanta dan nilainya. Contoh Program :

<?php
define("kampus", "UNSIKA");
echo kampus;  // output: UNSIKA
define("phi",3.14);
echo phi; //output: 3.14
?> 

Predefined Constants

PHP sendiri juga telah membawa konstanta bawaaan atau Predefined Constants atau Reserved Constants, artinya terdapat konstanta yang bawaan yang tidak boleh didefinisikan kembali oleh programmer. Contoh beberapa Predefined Constants:

PHP_VERSION, PHP_MAJOR_VERSION, PHP_MINOR_VERSION, PHP_RELEASE_VERSION, PHP_VERSION_ID, PHP_EXTRA_VERSION, PHP_ZTS, PHP_DEBUG, PHP_MAXPATHLEN, PHP_OS, PHP_SAPI, PHP_EOL, PHP_INT_MAX, PHP_INT_SIZE, DEFAULT_INCLUDE_PATH, PEAR_INSTALL_DIR, PEAR_EXTENSION_DIR, PHP_EXTENSION_DIR, PHP_PREFIX, PHP_BINDIR, PHP_BINARY, PHP_MANDIR, PHP_LIBDIR, PHP_DATADIR, __LINE__ , __FILE__ , __DIR__ , __FUNCTION__ , __CLASS__ , __TRAIT__ , __METHOD__, __NAMESPACE__
Baca »

Keyword dan Identifier dalam bahasa C


Keyword dan Identifier dalam bahasa C

Hai, Informania ! Informania adalah sebutan bagi temen-temen yang sering membaca artikel-artikel dalam website Akademi Informatika ini. Dalam tutorial ini, Anda akan belajar tentang kata kunci; Kata reserved dalam pemrograman C yang merupakan bagian dari sintaksis. Juga, Anda akan belajar tentang pengidentifikasi dan cara yang tepat untuk memberi nama sebuah variabel.

Character Set

Set karakter adalah seperangkat huruf, huruf dan beberapa karakter khusus yang berlaku dalam bahasa C.

Alfabetik

Huruf Kapital : A B C ................................... X Y Z
Huruf Kecil : a b c ...................................... x y z

Digital Numerik

0  1  2  3  4  5  6  7  8  9 

Spesial Karakter dalam bahasa C

Special Characters in C Programming
, < > . _
( ) ; $ :
% [ ] # ?
' & { } "
^ ! * / |
- \ ~ +

Keyword dalam Pemrograman C

Kata kunci sudah ditentukan sebelumnya, kata-kata yang dicadangkan digunakan dalam pemrograman yang memiliki arti khusus bagi kompilator. Kata kunci adalah bagian dari sintaks dan tidak dapat digunakan sebagai pengenal. Sebagai contoh:

int uang;

Disini, int adalah kata kunci yang menunjukkan 'uang' adalah variabel tipe integer.

Karena C adalah bahasa yang sensitif huruf, semua kata kunci harus ditulis dalam huruf kecil. Berikut adalah daftar semua kata kunci yang diizinkan di ANSI C.

Keywords in C Language
auto double int struct
break else long switch
case enum register  typedef
char extern return union
continue for signed void
do if static  while
default goto sizeof volatile
const float short unsigned

Identifier dalam Pemrograman C

Identifier mengacu pada nama yang diberikan kepada entitas seperti variabel, fungsi, struktur, dll. Pengenal harus unik. Mereka diciptakan untuk memberi nama unik kepada entitas untuk mengidentifikasinya selama pelaksanaan program. Ingat juga, nama pengenal harus berbeda dari kata kunci. Anda tidak bisa menggunakan int sebagai identifier karena int adalah kata kunci. Contoh :

int money;
double accountBalance;

Disini money dan accountBalance adalah identifier.

Aturan penulisan sebuah identifier

  1. Pengenal yang valid dapat memiliki huruf (huruf besar dan huruf kecil), angka dan garis bawah.
  2. Huruf pertama pengenal harus berupa huruf atau garis bawah. Namun, berkecil hati untuk memulai sebuah identifier name dengan underscore.
  3. Tidak ada aturan tentang panjang pengenal. Namun, 31 karakter pertama pengidentifikasi didiskriminasikan oleh kompilator.
Baca »

Variabel dan Konstanta dalam Bahasa C


Variabel dan Konstanta dalam Bahasa C

Variabel dalam Pemrograman C

Dalam pemrograman, variabel adalah wadah (storage area) untuk menampung data. Untuk menunjukkan area penyimpanan, masing-masing variabel harus diberi nama unik (identifier). Nama variabel hanyalah representasi simbolis dari lokasi memori.

Aturan - aturan dalam Variabel :

  1. Nama variabel boleh terdiri dari huruf besar A-Z, huruf kecil a-z, angka numerik 0-9 dan karakter underscore ( _ ) .
  2. Karakter pertama dalam variabel harus sebuah huruf atau underscore, tidak boleh angka.
  3. Spasi kosong tidak boleh digunakan dalam nama variabel.
  4. Karakter spesial seperti #,$ tidak diperbolehkan.
  5. Keyword bahasa C tidak boleh digunakan sebagai nama variabel.
  6. Nama variabel bersifat case sensitive.
  7. Nilai suatu variabel dapat berupa numerik maupun alfabetik
  8. Tipe variabel bisa menjadi char, int, float, double atau void.
Pendefinisian Variabel dalam bahasa C


Syntax dasar :

tipe_data nama_variabel;

atau :

tipe_data nama_variabel1, nama_variabel2, nama_variabel3;

Contoh :

int    panjang, lebar=5;
char   nilai='A';
float  luas, keliling;
double d;

/* actual initialization */
panjang = 10;
luas = 26.5; 

Variable Assignment

Variabel assignment adalah variabel yang nilainya sudah ditentukan diawal deklarasi. Contoh :

#include<stdio.h>

void main()
{
    /* program c untuk menampilkan nilai suatu variabel */
    int usia = 33;
    printf("Saya berusia %d Tahun.\n", usia);
} 

Output Program:

Saya berusia 33 Tahun.

Konstanta / Literal dalam bahasa C

Konstanta adalah nilai atau identifier yang nilainya tidak dapat diubah dalam sebuah program. Sebagai contoh: 1, 2.5, "pemrograman C mudah", dll.

Seperti yang disebutkan, identifier juga dapat didefinisikan sebagai konstanta. Contoh :

const double PI = 3.14
const char nilai = 'A'
enum color {yellow, green, black, white};


Baca »

String dalam PHP 5 (Lanjutan)


String dalam PHP 5 (Lanjutan)

Fungsi String dalam PHP 5.

String adalah urutan karakter, seperti "Hello world!".
Dalam bab ini kita akan melihat beberapa fungsi yang umum digunakan untuk memanipulasi string. Postingan ini adalah lanjutan dari postingan sebelumnya yaitu String dalam PHP 5.

11. Fungsi implode()

Fungsi implode() merupakan kebalikan dari fungsi explode, yaitu digunakan untuk menggabungkan elemen-elemen array menjadi string dengan karakter penggabung.

Sintaks dasar :

implode($delimiter, $str)

Contoh program fungsi implode() :

<?php
  $nama = array("imam", "syafii", "Ayu", "Apriani", "Imam Ayu");
  $imp = implode(", ", $nama);
  echo $imp;
?> 

Output Program :
imam, syafii, Ayu, Apriani, Imam Ayu

12. Fungsi substr()

Fungsi substr() digunakan untuk mengembalikan string yang merupakan bagian dari sebuah string.

Sintaks Dasar :

substr($str, $start [, $length])

Contoh Program fungsi substr() :

<?php
  $nama_lengkap = "Imam Syafii";
  $nama_depan = substr($nama_lengkap, 0, 5);
  $nama_belakang = substr($nama_lengkap, 5, 7);
  echo "Nama Lengkap : " . $nama_lengkap . "<br />";
  echo "Nama Depan : " . $nama_depan . "<br />";
  echo "Nama Belakang : " . $nama_belakang;
?> 

Output Program :
Nama Lengkap : Imam Syafii
Nama Depan : Imam
Nama Belakang : Syafii

13. Fungsi stripslashes()

Fungsi stripslashes() digunakan untuk menghilangkan slash atau garis miring (/) sebelum tanda kutip pada string.

Sintaks Dasar :

stripslashes($str)

Contoh program fungsi stripslashes() :

<?php
  $hari = "Jum'\at";
  echo stripslashes($hari);
?> 

Program diatas akan menampilkan output : Jum'at

14. Fungsi number_format()

Fungsi number_format() digunakan untuk format angka dengan menggrupkan ribuan.

Sintaks Dasar :

number_format($number [, $decimals])

Contoh program fungsi number_format() :

<?php
  $angka = 112000.250;
  echo number_format($angka, 2, '.', ',');
?> 

Program diatas akan menampilkan output : 112,000.25

15. Fungsi chr()

Fungsi chr() digunakan untuk mengembalikan karakter yang spesifik berdasarkan kode ASCII.

Sintaks Dasar :

chr($ascii)

Contoh program fungsi chr() :

<?php
  echo chr(65);
?> 

Program diatas akan menampilkan output : A

16. Fungsi ord()

Fungsi ord() digunakan untuk mengembalikan nilai ASCII suatu karakter.

Sintaks Dasar :

ord($str)

Contoh program fungsi ord() :

<?php
  echo ord('A');
?> 

Program diatas akan menampilkan output : 65

17. Fungsi md5()

Fungsi md5() digunakan untuk mengenkripsi suatu string dengan enkripsi md5. Biasanya digunakan untuk mengenkripsi password.

Sintaks Dasar :

md5($str)

Contoh program fungsi md5() :

<?php
  $password = '123456';
  echo md5($password);
?> 

Program diatas akan menampilkan output : e10adc3949ba59abbe56e057f220f883e

18. Fungsi strtolower()

Fungsi strtolower() digunakan untuk mengkonversi string dengan format huruf kecil.

Sintaks Dasar :

strtolower($str)

Contoh program strtolower() :

<?php
  $nama = "FASILKOM UNSIKA";
  echo strtolower($nama);
?> 

Output program diatas adalah : fasilkom unsika

19. Fungsi strtoupper()

Fungsi strtoupper() digunakan untuk mengkonversi string dengan format huruf kecil menjadi huruf besar atau kapital.

Sintaks Dasar :

strtoupper($str)

Contoh program fungsi strtoupper() :

<?php
  $nama = "Fasilkom Unsika";
  echo strtoupper($nama);
?> 

Program diatas akan menampilkan output : FASILKOM UNSIKA

20. Fungsi ucfirst()

Fungsi ucfirst digunakan untuk mengkonversi karakter pertama pada string dengan format huruf kapital .

Sintaks Dasar :

ucfirst($str)

Contoh Program fungsi ucfirst() :

<?php
  $nama = "fasilkom unsika";
  echo ucfirst($nama);
?> 

Program diatas akan menampilkan output : Fasilkom unsika
Baca »

Monday, 24 July 2017

String dalam PHP 5


String dalam PHP 5

String dalam PHP 5

String adalah urutan karakter, seperti "Hello world!".
Dalam bab ini kita akan melihat beberapa fungsi yang umum digunakan untuk memanipulasi string.

1. Fungsi strlen()

Fungsi strlen() dalam PHP digunakan untuk mengetahui panjang string.
Contoh di bawah ini mengetahui panjang string "Hello world!":

<?php
echo strlen("Hello world!"); // outputs 12
?> 

Program diatas akan menampilkan output : 12

2. Fungsi str_word_count()

Fungsi PHP str_word_count () digunakan untuk menghitung jumlah kata dalam sebuah string. Contoh :

<?php
echo str_word_count("Hello world!"); // outputs 2
?> 

Program diatas akan menampilkan otput : 2

3. Fungsi strrev()

Fungsi strrev () dalam  PHP digunakan untuk membalikkan sebuah string. Contohnya :

<?php
echo strrev("Hello world!"); // outputs !dlrow olleH
?> 

Program diatas akan menampilkan output : !dlrow olleH.

4. Fungsi strpos()

Fungsi PHP strpos () digunakan untuk mencari teks tertentu dalam sebuah string. Jika ditemukan kecocokan, fungsi menampilkan posisi karakter pada pencocokan pertama. Jika tidak ada yang cocok, fungsi akan mengembalikan FALSE. Contoh di bawah ini mencari teks "world" dalam string "Hello world!":


<?php
echo strpos("Hello world!", "world"); // outputs 6
?> 

Program diatas akan menampilkan output : 6

Catatan : Posisi karakter pertama dalam sebuah string dimulai dari angka 0, bukan 1.

5. Fungsi str_replace()

Fungsi PHP str_replace () digunakan untuk menggantikan beberapa karakter dengan beberapa karakter lain dalam sebuah string. Contoh di bawah ini menggantikan teks "world" dengan "Dolly":

<?php
echo str_replace("world", "Dolly", "Hello world!"); // outputs Hello Dolly!
?> 

Program diatas akan menampilkan output : Hello Dolly!

6. Fungsi addslashes()

Fungsi addslashes() digunakan untuk mengembalikan sebuah string dengan tanda backslash atau garis miring (/) sebelum karakter single quote (‘), double quote (“), backslash (/) dan NUL. Contoh program :

<?php
  $hari = "jum'at";
  echo addslashes($hari);
?> 

Program diatas akan menampilkan output : jum\'at

7. Fungsi rtrim()

Fungsi rtrim() digunakan untuk mengembalikan sebuah string yang telah dihilangkan baik itu spasi maupun karakter lainnyai yang ada pada akhir (kanan) string. Contoh program :

<?php
  $nama = "Fasilkom UNSIKA      ";
  echo rtrim($nama);
?> 

8. Fungsi ltrim()

Fungsi ltrim() digunakan untuk mengembalikan sebuah string yang telah dihilangkan baik itu spasi ataupun karakter lainnya yang ada pada awal (kiri) string. Contoh program :

<?php
  $nama = "      Fasilkom UNSIKA";
  echo ltrim($nama);
?> 

Program diatas akan menampilkan output sama seperti fungsi rtrim() : Fasilkom UNSIKA

9. Fungsi trim()

Fungsi trim() digunakan untuk mengembalikan sebuah string yang telah dihilangkan baik itu spasi ataupun karakter lainnya yang ada pada awal (kiri) dan akhir (kanan) string. Contoh Program :

<?php
  $nama = "      Fasilkom UNSIKA      ";
  echo trim($nama);
?> 

Program diatas akan menampilkan output : Fasilkom UNSIKA

10. Fungsi explode()

Fungsi explode() digunakan untuk mengekstrak atau split sebuah string menjadi array. Contoh program :

<?php
  $hari = "Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Minggu";
  $exp = explode(' ', $hari);
  foreach ($exp as $val) {
 echo $val . "<br />";
  }
?> 

Output Program :
Senin
Selasa
Rabu
Kamis
Jum'at
Sabtu
Minggu

Untuk Fungsi String selanjutnya bisa dilihat di postingan berikut , String dalam PHP 5 (Lanjutan).
Baca »
 
Copyright © 2017 AKADEMI INFORMATIKA - Member of Rumah IT
Our Partners: Indonesia Travel Guide - ICT Computer - Safe Your Link Away. Powered byBlogger